Kapolsek Kalirejo, Lampung Tengah AKP ES yang menyelingkuhi istri Bawahan Batal dipecat

408
BERBAGI

LAMPUNG.KABARDAERAH.COM – Oknum Polisi AKP ES batal di pecat sebagai polisi, pasalnya hasil banding membatalkan putusan PTDH ditingkat sebelumnya.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih saat di konfirmasi via pesan Whatsapp 2 November 2018 malam beralasan apa yang menjadi keputusan banding yang membatalkan pemecatan ( PTDH) AKP ES sudah sesuai dengan aspek yuridis dan keputusan berada di tangan komisi banding.

” Semua sudah sesuai aturan juga dari aspek yuridis, keputusan ditangan komisi banding”, ujar Sulis.

Sementara Wakapolda Lampung Brigjen Agnesta Romano Yoyol saat diminta komentar terkait urungnya pemecatan akibat tingkat banding yang mementahkan putusan PTDH sebelumnya tidak membalas pesan singkat via Whatsaps Lampung. kabardaerah.com, Jumat malam, 2 November 2018.

Setali tiga uang Kabid Propam Polda Lampung Kombes Hendra Supriatna yang sama sama lulusan Akpol 1988 dengan Wakapolda kompak tidak menjawab konfirmasi dan tanggapan dari Lampung. kabardaerah.com.

Banyak kalangan menyesalkan keputusan banding yang membatalkan pemecatan dan bukan dalam perkara ini saja, bahkan dalam perkara lainnya muaranya saat di putusan banding oleh Bidkum Polda Lampung malah menolak keputusan PTDH sebelumnya.

” Entah apa yang menjadi pertimbangan hukum sehingga perkara yang jelas jelas ada korban dan pelapor bahkan saksi saksi yang lengkap malah hasil akhir di tingkat banding malah membebaskan dari tuduhan dan membatalkan keputusan sebelumnya, ” ujar seorang mahasiswa hukum yang tidak mau disebutkan namanya kepada Lampung. kabardaerah.com.

Seperti berita sebelumnya hasil dari sidang kode etik yang digelar secara tertutup oleh Bidang Propam Polda Lampung, pada Kamis (22/3/2018 ) lalu dari pukul 13.00 WIB – 17.00 WIB. Kabid Propam Polda Lampung Kombes Hendra Supriatna menyatakan, hasil putusan adalah PTDH.

Namun, tambahnya, vonis itu masih bersifat rekomendasi dan belum memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). Sehingga, AKP ES masih bertugas sebagai anggota Polri. AKP ES sendiri dipindahtugaskan ke Bidpropam Polda Lampung sejak kasus perselingkuhan terkuat.

Hendra juga mengatakan, AKP ES berencana mengajukan banding atas hasil sidang kode etik tersebut. Sehingga masih akan ada prosesi sidang kode etik tahap II. “Yang bersangkutan mau banding,” kata Hendra.

Dengan adanya vonis PTDH ini, kata Hendra, adalah peringatan bagi anggota kepolisian, khususnya di jajaran Polda Lampung agar tidak melanggar disiplin, kode etik, bahkan pidana.

“Kalau begini kan menurunkan citra kepolisian di mata masyarakat,” katanya.

Diketahui, AKP ES diciduk anggotanya sendiri saat asyik indehoy di sebuah kamar kontrakan. Kapolsek itu digerebek usai menyelingkuhi perempuan yang adalah istri bawahannya, yakni VK seorang PNS di Disdukcapil Kabupaten Pringsewu.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Bidpropam Polda Lampung oleh Bripka FM, bawahan AKP ES yang merupakan suami VK. Dalam laporan bernomor STPL/B-57/III/2018/Yanduan itu disebutkan, AKP ES dilaporkan dengan tuduhan pelanggaran disiplin dan kode etik karena melakukan perselingkuhan dengan seorang Bhayangkari.(KD/BE-TIM)