Polisi Belum Jelaskan Hasil Gelar Perkara Laporan Waskito Terhadap Ananto Di Polres Tanggamus

276
BERBAGI

LAMPUNG.KABARDAERAH.COM – Penyidik Polres Tanggamus baru saja melakukan gelar perkara terkait laporan dugaan penggelapan mobil dinas oleh mantan Kepala Bagian Umum Sekretariat Pemkab Pringsewu Ananto Pratikno.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus AKP Devi Sujana mengatakan, berdasarkan laporan Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Pemkab Pringsewu Waskito pada 6 Juli 2018 lalu.
” Kami sudah melakukan gelar Perkara kemarin, Jumat 26 Oktober 2018. SP2HP akan kami berikan langsung ke pelapor ( Waskito, Red) ,” ujar Devi via ponsel, Sabtu 27 Oktober 2018.

Namun Devi tidak mau menjelaskan hasil gelar perkara apakah dilanjutkan ke tahap berikutnya ke penyidikan sehingga bakal ada tersangka, atau justru tidak dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Seperti diketahui kendaraan dinas yang diduga digelapkan Ananto yaitu Toyota Avanza BE 2068 UZ dan Toyota Hilux BE 9018 UZ. Kini keduanya berada di mapolres.

Kepolisian tidak melakukan penyitaan atas kendaraan dinas itu. Tapi, dititipkan oleh Ananto. “Titipan tersebut tidak memengaruhi upaya penegakan hukum apabila perbuatan terlapor betul-betul memenuhi unsur penggelapan,” ujar Devi, beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Pemkab Pringsewu Waskito mengatakan, penyidik hadir meminta tambahan keterangan pada 7 Agustus 2018 lalu.

Selasa lalu datang mengambil keterangan tambahan dari beberapa saksi. Saksinya pun bertambah dari sebelumnya dua menjadi tiga. Ada kemungkinan bertambah kembali,” ujar Waskito.

Ia berharap, aparat penegak hukum serius menangani perkara tersebut. Ia mengaku pelaporannya terkait dugaan penggelapan tersebut telah melalui pertimbangan dan atas restu kepala daerah untuk segera menyelesaikan soal dua unit mobil dinas.

Ananto dilaporkan ke kepolisian karena tidak kunjung mengembalikan kendaraan dinas fasilitas pejabat bagian umum. Kepala Bagian Perlengkapan Waskito menyatakan, berupaya meminta pengembalian dua kendaraan dinas yang dikuasai Ananto secara tidak resmi. Upaya penarikan dua unit mobil dinas sesuai surat perintah Sekda Pringsewu Nomor 027/06/U.10/2018 tanggal 5 Maret 2018.

Waskito pada 6 Maret lalu sudah bertemu Ananto di kantor dinasnya yang baru di BPBD Pringsewu. Tapi kendaraan tersebut tidak diberikan.

Terkait hal tersebut, Inspektorat Pringsewu mengadakan apel kendaraan dinas pada 24 Maret 2018. Namun kendaraan yang dimaksud juga tidak dihadirkan.

“Secara lisan Sekda juga telah meminta atasan Ananto di BPBD supaya menyampaikan kepada Ananto agar bersedia mengembalikan kendaraan dinas. Namun yang berangkutan masih tetap menolaknya,” terang Waskito.(KD/BE-Tim)