Alay dan Satono Terus Jadi Buronan, Kajagung dan Kapolri Wajib Evaluasi Kinerja Jajarannya di Lampung

726
BERBAGI
Kejagung dan Kapolri Wajib Evaluasi Kinerja Jajarannya di Lampung Alay dan Satono Jadi Buronan Terus

LAMPUNG.KABARDAERAH.COM — Setelah beberapa kali pergantian pemimpin kepolisian di Lampung sampai dengan saat ini di pimpin oleh Irjen Pol. Suntana dan Kejaksaan Tinggi Lampung di pimpin oleh Susilo Yustisnuselum belum mampu menangkap Alay dan Satono dan mengungkap keberadaan dua orang buronan kelas wahid di Lampung.

Tampaknya Kapolri Tito Karnavian dan Jaksa Agung M Prasetyo layak memberikan teguran dan penghargaan agar jajaran kepolisian dan jaksa di Lampung dapat bergegas menangkap buronan wahid tersebut.
Selain keduanya ( Alay dan Satono, Red) ada beberapa buronan lainnya yang tetap menjadi PR bagi jajaran penegak hukum di lampung.

Kabardaerah.com mencoba mengkonfirmasi kepada kapolda lampung Irjen Suntana terkait semakin sulitnya penangkapan terhadap Alay dan Satono notabene sudah beberapa kali pergantian Kapolda namun masih sulit mengendus keberadaan Alay dan Satono apalagi menangkapnya.
Saat di konfirmasi langsung lewat pesan Whatsup minggu malam (29/4/2018) nya Irjen Suntana belum menanggapi konfirmasi lampungkabardaerah.com.

Berdasarkan catatan Lampungkabardaerah.com ada sekitar 26 buronan yang menjadi PR atau pekerjaan rumah :

Kejati Lampung:
1.Mantan Bupati Lampung Timur Satono (Pidana Khusus/pidsus): Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi jaksa. Pada Maret 2015, MA menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara atau 3 tahun lebih lama dari tuntutan jaksa. Satono dinyatakan terbukti membobol kas APBD Lampung Timur sebesar Rp 119 miliar.

2. Sugiarto Wiharjo alias Alay (Pidsus). Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis hukuman 18 tahun penjara terhadap Bos Tripanca Group, Sugiarto Wiharjo alias Alay, terkait kasus korupsi APBD Lampung Timur (Lamtim) senilai Rp108 miliar,

3. Haidar Tihang (Pidana Umum/Pidum). Kasus penyerobotoan tanah yang menjadi DPO pidana umum Kejari Bandarlampung. Ia divonis 10 bulan oleh Pengadilan Negeri Tanjungkarang karena terbukti melanggar pasal 385 KUHP.

Kejari Menggala, Tulangbawang:
4. Muhidin (Pidsus)
5. Charles (Pidum)
6. Johanes Bresman Sianipar (Pidum)
7. Arsad (Pidum)
8. Madia (Pidum)
9. Hendy T Haroen (Pidum)
10. Arie Gozhali (Pidum)
11. Mukaram alias Sutan Pangeran (Pidum)

Kejari Blambanganumpu, Waykanan:
12. Mujiyanto (Pidsus)
13. Ferry Susanto (Pidsus)
14. Rajiv Putra Nunyai (Pidsus): Kasus korupsi program bantuan sosial peningkatan mutu pembelajaran teknologi informasi dan Komunikasi (TIK E-Learning) untuk 35 Sekolah Dasar (SD) tahun 2014 di Waykanan yang merugikan negara sebesar Rp588 juta.

Kejari Kotabumi, Lampung Utara:
15. Roli (Pidum): Kasus pencurian dengan kekerasan pada tahun 2010 yang menewaskan Sariyun.

Kejari Liwa, Lampung Barat:
16. Aldinal (Pidum)
17. Teguh Nopriyanto (Pidum)

Kejari Metro:
18. Alexander (Pidsus)
19. Rino Susiarto (Pidum)

Kejari Kotaagung, Tanggamus:
20. Ahzam Muhammad Zuhri (Pidsus): tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Pelatihan Tepat Guna bidang air bersih dan kesehatan masyarakat di desa miskin tahun di Dinas Kesehatan Pemprov Lampung tahun 2009 yang merugikan negara Rp208 juta.
21. Toni Haryanto (Pidsus).

Kejari Gunungsugih, Lampung Tengah :
22. Awaludin (Pidsus): kasusTindak Pidana Korupsi pada Penyimpangan Dana Sisa Uang Persediaan (UP) Tahun Anggaran 2009 diPanwaslu Lampung Tengah yang merugikan negara sebesar Rp249 juta. Ia divonis selama 5 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan pada 25 September lalu.

23. Endang Pristiwati (Pidsus): perkara tindak Pidana Korupsi Pengalihan atau Pengambilan Simpanan Dana Nasabah pada PT. BRI Kantor Cabang Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah. Endang divonis 10 tahun dan denda Rp200 juta subsidi 9 bulan kurungan.

24. Adam alias Ahmad Marzuki (Pidsus): Kasus korupsi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) divonis selama 6 tahun denda Rp200 juta subsidair 6 bulan dan harus mengganti uang Rp986 juta.

25. Husri Amiduni (Pidsus): pengadaan alat perpustakaan dan laboratorium untuk SD di Lampung Tengah dari dana DAK tahun 2010 yang merugikan negara sebesar Rp9,6 miliar divonis selama 7 tahun oleh denda Rp500 juta subsidi 2 bulan kurungan.

Cabjari Panjang:
26. Lukmanuddin (Pidsus): tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi.Tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan Langsung Masyarakat Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (BLM PUMP) dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI pada KUB Karang Jaya Kecamatan Panjang Kota Bandarlampung Tahun Anggaran 2018. (KD/BE-01)