Komisi A DPRD Mesuji Hearing Kedua dengan Pihak Pedagang Pasar Simpang Pematang

786
BERBAGI

Mesuji, KD — DPRD dari komisi A,mengadakan haering untuk kedua kalinya dengan pihak pedagang pasar simpang pematang dengan pengembang PT.Citra Kurnia waway yang sudah 7 tahun belum kunjung selesai,pada acara hearing ini Dewan terhormat komisi A mengundang sejumlah pihak Eksekutif di-pemkab Mesuji diantaranya Asisten 1(satu),Asisten 2(dua),Dinas lingkungan Hidup,dinas koprindak,Kapolsek simpang pematang,komandan Satpol PP dan seluruh anggota komisi A digedung DPRD kabupaten mesuji.(8/3/18).

Dengan diadakannya hearing yang kedua ini,Komisi A DPRD Mesuji meminta perwakilan pedagang pasar simpang pematang yang diwakili oleh Bpk Musalin Ependi menyampaikan keluhan dalam permasalahan yang selama ini tidak ada kejelasan surat menyurat kepemilikan atas nama para pedagang.

Dengan itu,seluruh para pedagang meminta kepada pihak legislatif bersama Eksekutif harus dapat memenuhi sebanyak lima(5) tuntutan yang diberikan diantaranya yaitu:
1. Kami pedagang pasar meminta kembalikan kesepakatan awal berdasarkan MOU.
2. Menuntut agar segera dijadikan secepatnya SHGB atas nama para pedagang masing-masing bukan atas nama PT.Citra Kurnia Waway.
3. Menghilangkan semua bentuk denda yang ditentukan oleh PT.Citra Kurnia Waway dengan sepihak tidak tertuang dalam MOU.
4. Apabila sudah selesai SHGB atas nama pedagang pasar,bagi yang masih belum lunas agar dapat difasilitasi pembayarannya melalui perbankkan.
5. Apabila yang sudah lunas SHGB yang atas nama pedagang agar dapat diserahkan kepada pedagang secepatnya.

Ketua komisi A DPRD Mesuji menanggapi apa yang jadi tuntutan pihak pasar,”Suyadi selaku ketua komisi A mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan yang menjadi tuntutan para pedagang harus sampai selesai dan kami akan mendatangkan pihak ketiga yaitu pihak pengembang pasar untuk mencari solusi agar segera permasalahan ini dapat terselesaikan dalam hearing berikutnya.paparnya

Ditempat yang sama Dinas lingkungan hidup Bpk Hamdani mengatakan bahwa pasar simpang pematang belum dilengkapi dengan surat izin sehingga pihaknya berharap agar persoalan ini dapat segera diselesaikan.

“Kami harap hasil hearing ini disampaikan ke-Bupati dengan secara tertulis agar bupati mengetahui semua keluhan atau tuntutan para pedagang simpang pematang supaya dapat segera diselesaikan secepatnya,”kan kasihan para pedagang kalau berlarut-larut tidak kunjung usai.harapnya. (KD/BE-11)