Mayoritas Masyarakat Lampung Pilih Cagub yang Tabur Uang di Pilkada 2018

144
BERBAGI
Mayoritas Masyarakat Lampung Pilih Cagub yang Tabur Uang di Pilkada 2018

BANDARLAMPUNG, KD — Masyarakat Lampung masih banyak berpikir pragmatis dalam pemilihan kepala daerah.Mayoritas memilih seorang calon kepala daerah hanya Berdasarkan pihak yang akan memberikan sejumlah uang.

Hasil survei Kuadran, sebanyak 44,50% responden menganggap wajar apabila seseorang memilih gubernur karena pemberian uang.

“Sekitar 42,50% menganggap tidak wajar, dan sebanyak 13% responden tidak menjawab pertanyaan,” kata Didi Wahyudi, Direktur Lembaga Survei Kuadran, saat merilis hasil survei ihwal Pilgub Lampung di Rumah Makan Kampoeng Bamboe, Way Halim, Bandar Lampung, kemarin.

Dia mengatakan, dari 44,50% responden tersebut, ternyata sebanyak 73,25% menyatakan mau menerima uang dari calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Lampung. Namun, belum tentu memilih yang memberi uang. “Hanya 14,75% masyarakat yang mau menerima uang dan memilih yang memberi uang tersebut,” tandasnya.

Lanjutnya, sebanyak 9,50% masyarakat mengaku akan memilih cagub dan cawagub yang memberikan uang paling banyak. “Hanya 2,50% masyarakat yang mengatakan tidak mau menerima uang dari cagub dan cawagub,” kata dia.

Ia pun menambahkan, hasil survei menunjukkan bahwa tingkat pragmatisme di Lampung masih tinggi. Padahal, KPU RI telah mengimbau untuk menghindari politik uang dan politisasi Sara. “Untuk itu, peran Bawaslu sangat penting guna meminimalkan angka pragmatisme. Meskipun masyarakat tak terlalu menjadikan penilaian. Sebab, 73,25% lebih banyak menerima, tapi belum tentu memilih yang memberi uang,” ungkapnya. (KD/BE-10)