13 Personil Kepolisian Daerah Lampung Diberhentikan dengan Tidak Hormat

2019
BERBAGI
13 Personil Kepolisian Daerah Lampung Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Bandarlampung, KD — Sebulan jadi Kapolda Lampung, Irjend Suntana tetapkan 13 personil Polda Lampung dan jajaran dilepas seragamnya alias Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH). PTDH dilakukan langsung dihadapan Kapolda saat apel pagi di Lapangan Mapolda, Selasa 13 Februari 2018. .

Dua orang mewakili 13 personil yang hendak dilepas seragamnya memasuki lapangan dikawal Provost. Tak lama, seragam Polri lengkap dengan atribut kepangkatan dan kesatuan dicopot lalu diganti dengan kemeja batik. Disersi dan terlibat kasus narkoba adalah dua penyebab utama pemecatan tersebut. .

13 personil itu terdiri atas sembilan orang disersi dan empat orang karena tersangkut tindak pidana narkoba. Untuk disersi terbanyak berasal dari Polres Way Kanan yakni tiga orang. Disusul Polres Lampung Tengah dan Polres Lampung Timur masing-masing dua personil. Terakhir, Polres Tanggamus dan Polresta Bandar Lampung satu personil. Kemudian untuk tersangkut tindak pidana narkoba (masing-masing satu – red) berasal dari Polres Lampung Tengah, Polres Lampung Timur, Polres Lampung Selatan dan Polres Lampung Utara. .

Brigpol Agus Wahyudi, Brigpol Agus Budiman, Bripda Wahyu Satria Kencana, AIPDA Idrus, Brigpol Horizon, Brigpol Untung Widodo Utomo, Brigpol Boedy Santoso, Briptu Leonardo Ricki Budiono dan Bripda Hardiansyah dilepas karena disersi. Sementara Bripka Sugiarto, Bripka M Deddy Fitriansyah Tibar, Brigpol Erfansyah dan Briptu Arfindra dilepas karena tersangkut kasus narkoba.

“Beberapa hari lalu memang yang hendak di PTDH itu sebelas orang. Bertambah hari ini jadi 13 orang. Jadi sejarah pahit bagi Polda Lampung dan jajaran karena pada hari ini tepat 13 Februari, ada 13 anggota sekaligus yang harus kita lepas. Berat tapi harus ! Ini komitmen Kapolda untuk bersih internal. Mereka ini proses PTDH-nya sudah berlangsung sejak 2017 lalu, ” kata Kabid Propam Kombes Hendra Supriatna. Terkini, ada 28 anggota ‘nakal’ antri proses sidang kode etik sepanjang 2018 ini. (KD/BE-8)