Tak Mampu Bayar Studytour dan Komputer, Siswa MTs Simpang Pematang Berhenti Sekolah

361
BERBAGI

Mesuji, KD — Salah satu siswa berinisial Bgs di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Simpang Pematang sangat disayangkan tak bisa melanjutkan belajarnya dikarenakan tidak sanggup mengikuti stadiktur dan tidak mampu membayar uang komputer yang setiap tahun.(10/2/18)

Gara-gara tak mampu membayar uang stadiktur, uang komputer siswa yang berinisial Bgs terpaksa harus terhenti sekolah atau terputus masa depannya terenggut dengan perkara itu dan kini hanya meratapi nasipnya yang tidak jelas.

Kamis 08/02/18 kemarin kabar daerah mendatangi rumah orang tua murid berinisial Bgs dan menanyakan hal tersebut, dan mendapat keterangan dari ibu Bgs mengenai persoalan tersebut.

” Memang bgs sengaja kami suruh keluar dengan alasan kami sudah malu selalu di panggil oleh dewan guru,bentar-bentar yang dipanggil kekantor anak saya,seakan anak saya selalu bersalah atau anak saya selalu dipojokkan atas kenakalannya,Bgs juga selalu di tagih tentang uang stadiktur oleh seorang guru dan kami tidak sanggup untuk membayar uang untuk perjalanan stadiktur ke jakarta dan bandung,, sedangkan untuk bayar praktek komputer yang setiap tahun kami tak mampu..
“kami gak mau pusing dan malu pak tutur kedua orang tua bgs”

Di tempat lain juga nenek bgs yang bernama Katem menjelaskan bahwa saya pernah melihat dengan kedua mata saya ketika itu saya jualan disekolahan tersebut dan saya mendengar langsung atau sangat jelas ketika Guru bagas memarahi cucu saya dengan omongan cucu saya ini tidak pernah didik orang tuanya.

Ketika itu sempat saya tanya,ada apa sich Ibu kok bentar-bentar selalu dipanggil kekantor atau selalu dimarahi Bgs,lalu sang guru ngajak saya kekantor beliau menjelaskan bgs itu bandel,nakal,selalu melawan bila dibilangin dan ketika itu ditanya bgs kamu mau ikut stadiktur?lalu bgs menjawab dari pada saya bayar uang stadiktur atau jalan-jalan lebih baik uangnya untuk yang lain ibu.bgs itu tidak pernah didik dirumah lalu saya bantah maaf ibu,kalau disekolah itu tanggung jawab pihak sekolah yang didik namun jikalau dirumah kami sebagai orang tua tak pernah lepas dari mendidik bgs ibu.

Saya juga pernah liat,ketika itu mau olah raga,nah guru olah raganya marah besar,sambil bawa kayu sambil bilang,biarlah kamu orang saya hukum,saya setrap samapi siang berjemur disani jikalau kamu orang tidak bisa diatur dan setelah itu bagas dipanggil kekantor.sampai dikantor dimarahi dengan ucapan kamu ini tak pernah didik orang tua kamu apa?saya liat bgs cuma diam dan tertunduk.biar kalau orang tua kamu mau marah marahlah dan suruh sini orang tua kamu kalau marah.ujar guru itu terhadap cucu saya.

Saya sangat kecewa besar terhadap para guru yang ada di sekolahan itu karena tutur katanya yang bilangin cucu saya tidak pernah di didik keluarganya dan apa karena bgs cucu saya itu orang miskin yang tidak bisa bayar uang komputer atau uang staditur lalu dikit-dikit dimarahi dan dicaci seperti tak pernah dididik yang kerap kali disebutkan gurunya.cerita neneknya.

Setelah kami sudah mendapatkan hasil konfirmasi dari orang tua bgs,,
Keesokan harinya jum’at 09/02/18 kemarin kami mendatangi pihak sekolahan.
Hasil kompermasi yang kami dapat dari kepala sekolah”Eko menjelaskan dia memang ga tau kalau si bgs ini keluar dari sekolah atas dasar tidak dapat bayar uang stadiktur dan Eko pun menyangakal bahwa semua pengakuan bgs kepada media itu tidak benar,
“Biar saya panggil dulu kedua orang tua Bgs Untuk menklarifikasikan dan pihak wartawan pun saya meminta jangan membawa data yang tidak akurat “unjar Eko sambil sedikit jengkel dan memanggil salah satu guru.”

Dan menurut keterangan salah satu TU yang bernama Sukirno”memang si bgs ini nakal.,waktu ada senam di lapangan di suruh baris dia ga mau, dan di hampiri malah si bgs mau memukul guru olahraganya yang bernama Busroh. (KD/BE-11)