Kisah Spiritual Wartawan Lampung 1439 H

104
BERBAGI
Tanggal 1 Muharam di Gedung Dalom Kepaksian Pernong Batu Brak Lampung Barat

Lampung Barat, KD — Hanya menempuh waktu perjalanan kurang lebih 6 jam dari Bandar Lampung melalui jalur Lintas Tengah atau melewai Kotabumi Kabupaten Lampung Utara kita akan sampai di Liwa Kabupaten Lampung Barat.

Namun kurang lebih 10 km sebelum masuk ke Kota Liwa yang merupakan Ibukota Kabupaten Lampung Barat, terasa sangatlah rugi jika kita tidak singgah di Gedung Dalom Kepaksian Pernong yang berada di Batu Brak Belalau yang menyimpan banyak cerita sejarah khususnya masyarakat adat Lampung.

Masuknya tahun baru Islam 1 Muharam 1439 Hijriah atau bertepatan dengan 21 September 2017 kemarin, suatu momen yang tidak disia-siakan oleh M. Rasyid Aziz Pemimpin Redaksi Lampung.Kabardaerah.com yang juga Sekretaris Dewan Etik Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung untuk berjiarah ketempat bersejarah tersebut.

Bersama Thony Syahril Pemimpin Umum Lampungpagi.com dan penulis Rialan Krisman yang juga wartawan Lampung.Kabardaerah.com, M Rasyid Aziz menyempatkan diri untuk mendatangi tempat ini untuk berjiarah dan mengirimkan doa kepada leluhur dan pejuang sekaligus tokoh penyebar agama Islam yang makamnya berada di bagian belakang Istana Kepaksian Pernong yang telah berusia sekitar 200 tahun ini.

Diantaranya berdoa di “Kramat Tambah Bata”, makam Umpu Ratu Selalau Sangun Guru, Raja/Sultan pejuang yang sekaligus penyebar agama Islam di daearah ini, dimana Selalau sendiri menurut Raja Skala Brak yang biasa dipanggil Pun Edward, memiliki arti dan makna “Tidak Pernah Tenggelam”.

Patutlah sebuah daratan pantai di daerah Pesisir Barat bernama Pantai Selalau, yang mana daratan pantai tersebut menurut masyarakat setempat berada di datataran tinggi, oleh karenanya, setinggi apapun pasang air laut, Pantai Selalau itu tidak pernah tenggelam.
M. Rasyid Aziz sendiri merasa bersyukur dimana perjalanannya berasama tim media dari Bandar Lampung ke Bengkunat Pesisir Barat itu mendapat kesempatan bertandang ke Istana Kepaksian Pernong dan mendapatkan banyak cerita masyarakat setempat tentang sejarah.

Tidak terlepas dari cerita yang selama ini sering didengar, pada Lembah Batu Brak terdapat tempat pemandian (Pekalan) Salui Pitu, yang airnya jernih dan dingin. Konon sejak dahulu dijadikan tempat suci para pendekar Kepaksian Pernong sebelum mereka di kukuhkan oleh Yang Mulia Sultan. (KD/BE-8)